Tembilahan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi solusi peningkatan gizi bagi pelajar kini menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, pada Jumat (8/5/2026), salah satu dapur MBG di Tembilahan diduga menyalurkan makanan yang tidak layak konsumsi kepada siswa SD Negeri 013 Jalan Keritang Ujung, Kabupaten Indragiri Hilir.
Berdasarkan informasi yang diterima media dari salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya, menu MBG yang dibagikan kepada siswa berupa ikan lele yang masih mentah serta tempe yang belum dimasak ataupun digoreng meskipun telah diberikan bumbu.
Kondisi tersebut sontak memicu keresahan para orang tua murid karena makanan yang diterima anak-anak dinilai jauh dari standar makanan sehat dan siap santap sebagaimana tujuan utama program MBG.
“Anak-anak menerima ikan lele yang masih mentah dan tempe yang belum dimasak. Ini sangat disayangkan karena program ini dibuat untuk membantu kebutuhan gizi siswa,” ungkap sumber kepada media.
Masyarakat menilai penyaluran makanan dalam kondisi seperti itu diduga telah melanggar petunjuk teknis (juknis) Program Makan Bergizi Gratis yang mewajibkan makanan disajikan dalam kondisi matang, higienis, sehat, dan haman dikonsumsi peserta didik.
Selain menjadi perhatian masyarakat, dugaan tersebut juga dinilai dapat bertentangan dengan beberapa aturan perundang-undangan yang berlaku, di antaranya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
Dalam UU Pangan ditegaskan bahwa setiap makanan yang diedarkan wajib memenuhi standar keamanan, mutu, dan gizi.
Sementara dalam UU Perlindungan Konsumen disebutkan bahwa setiap konsumen berhak mendapatkan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang maupun jasa.
Apabila dugaan penyaluran makanan mentah tersebut terbukti benar, maka pihak penyedia MBG dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Masyarakat juga meminta pemerintah daerah, dinas pendidikan, dinas kesehatan, serta pihak terkait segera turun tangan melakukan pemeriksaan langsung terhadap dapur penyedia MBG tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah. Namun dalam pelaksanaannya, pengawasan dinilai harus diperketat agar kualitas makanan yang diberikan benar-benar sesuai standar kesehatan dan tidak membahayakan peserta didik.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak dapur MBG yang dimaksud belum memberikan klarifikasi ataupun keterangan resmi terkait dugaan penyaluran makanan yang tidak layak konsumsi tersebut.
Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mari membangun Inhil dan tinggalkan komentar berita keritik dan saran anda dengan bijak disini